RAMADHAN BULAN PENDIDIKAN

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Bulan Ramadan dikenal juga dengan bulan pendidikan/pembinaan. Kenikmatan ibadah Ramadhan dapat kita rasakan salah satunya dari sisi nilai Pendidikan (pendidikan) nya terhadap diri, keluarga dan masyarakat.

Pendidikan Ramadan hampir menyentuh semua sisi kebaikan. Ada banyak nilai Pendidikan Ramadhan yang akan kita peroleh, khususnya dari ibadah puasa. Pendidikan yang dihasilkan dari puasa Ramadan diantaranya:

  1. Membersihkan Jiwa.

Keadaan jiwa seseorang menjadi penentu utama bagi diri dalam bersikap dan berprilaku. Sikap dan prilaku yang baik atau buruk sangat ditentukan oleh apakah jiwanya bersih atau tidak. Puasa mendidik kita untuk menjadi manusia yang memiliki jiwa yang bersih. Indikasi jiwa yang bersih adalah senang melaksanakan apa yang diperintah Allah, menjauhi apa yang dilarang-Nya serta selalu berupaya untuk menyempurnakan pengabdiannya kepada Allah Swt.

Jiwa yang bersih akan membuat seseorang, senang pada kejujuran, takut kepada Allah dan selalu merasa diawasi olehnya yang membuat tumbuh dalam jiwanya rasa dekat kepada Allah Swt  dan manakala telah diselimuti dengan dosa, maka dia ingin membersihkan dosa-dosanya itu, serta selalu disiplin dalam menjalani kehidupan sebagaimana yang telah digariskan Allah Swt dan dicontohkan oleh Rasul-Nya.

  1. Mengendalikan Nafsu Seksual.

Secara khusus, ibadah puasa juga mendidik kita untuk melakukan pengendalian terhadap nafsu seksual, tapi bukan membunuh nafsu seksual sehingga kita tidak memilikinya lagi. Nafsu seksual merupakan salah satu pintu yang digunakan oleh syaitan dalam menggoda manusia menuju jalan yang sesat. Karena itu, tidaklah aneh kalau kita menemukan begitu banyak manusia yang akhirnya jatuh ke lembah yang nista karena tidak mampu mengendalikan nafsu seksualnya. Berapa banyak orang kaya yang jatuh miskin karena masalah seksual, berapa banyak pejabat yang jatuh dari kursi kekuasaannya karena nafsu seksual dan berapa banyak terjadi kasus-kasus kerusakan akhlak lainnya karena berpangkal dari persoalan seksual.

Oleh karena itu, bagi seorang muslim, masalah seksual merupakan karunia Allah Swt yang pelampiasannya boleh dilakukan pada batas-batas yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Maka ibadah puasa melatih kita untuk mengendalikan keinginan seksual itu, jangankan kepada wanita lain atau kepada lelaki lain, kepada isteri atau suami saja harus dikendalikan dengan sebaik-baiknya pada saat sedang berpuasa, Allah berfirman yang artinya:“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari  puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak bisa menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” (QS Al-Baqarah: 187).

  1. Mendidik Jiwa Kepedulian

Sebagai manusia, kita menyadari bahwa hidup ini tidak mungkin bisa kita jalani dengan baik tanpa kebersamaan dengan manusia lainnya. Karena itu interaksi kita antara yang satu dengan yang lain merupakan suatu kebutuhan dan secara ekonomi, yang kaya harus membantu yang miskin, sementara yang miskinpun masih bisa bersyukur kepada Allah Swt karena bisa jadi masih banyak orang yang lebih miskin darinya.

Ibadah puasa mendidik kita untuk mengokohkan jiwa kepedulian itu, sehingga sebagai orang yang memiliki kemampuan secara materi kita siap memberikan bantuan kepada yang tidak mampu karena kita sudah merasakan tidak enaknya lapar dan haus, padahal itu hanya berlangsung beberapa jam, sementara masih begitu banyak anggota masyarakat kita yang memerlukan bantuan.

Demikianlah betapa hebatnya ibadah Ramadan dalam mendidik diri kita. Masih banyak sekali sisi kebaikan dari Pendidikan Ramadan. Oleh karena itu, dari Ramadhan ke Ramadhan, dari satu peribadatan ke peribadatan berikutnya semestinya membuat taqwa kita kepada Allah Swt semakin berkualitas, ibarat orang menaiki tangga, maka dia sudah berada pada pijakan tangga yang lebih tinggi sesuai dengan frekuensi peribadatannya.

Semoga kita termasuk orang yang sukses menPendidikan diri dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

Share.

Comments are closed.